Sabtu, 10 November 2012

Metode Guide Note Taking

-->
Metode Guide Note Taking ( Catatan yang Terbimbing)
a. Pengertian metode pembelajaran Guided Note Taking
Metode pembelajaran Guided note taking atau catatan terbimbing adalah metode pembelajaran yang menggunakan suatu bagan, skema (handout) sebagai media yang dapat membantu siswa dalam membuat catatan ketika seorang guru sedang menyampaikan pelajaran dengan metode ceramah. Tujuan Metode pembelajaran guided note taking adalah agar metode ceramah yang dikembangkan oleh guru mendapat perhatian siswa, terutama pada kelas yang jumlah siswanya cukup banyak (Agus Suprijono, 2009: 105)
Metode pembelajaran ini juga dapat dikembangkan untuk membangun stock  of  knowledge  peserta  didik  adalah  metode  catatan  terbimbing.  Metode catatan terbimbing dikembangkan agar metode ceramah yang dibawakan guru mendapat perhatian siswa.
b. Keunggulan Metode Pembelajaran Guided Note Taking
1.      Metode pembelajaran ini cocok untuk kelas besar dan kecil.
2.      Metode pembelajaran ini dapat digunakan sebelum, selama berlangsung, atau sesuai kegiatan pembelajaran.
3.      Metode pembelajaran ini cukup berguna untuk materi pengantar.
4.      Metode pembelajaran ini sangat cocok untuk materi-materi yang mengandung fakta-fakta, sila-sila, rukun-rukun atau prinsip-prinsip dan definisi-definisi.
5.      Metode pembelajaran ini mudah digunakan ketika peserta didik harus mempelajari materi yang bersifat menguji pengetahuan kognitif.
6.      Metode pembelajaran ini cocok untuk memulai pembelajaran sehingga peserta didik akan terfokus perhatiannya pada istilah dan konsep yang akan dikembangkan dan yang berhubungan dengan mata pelajaran untuk kemudian dikembangkan menjadi konsep atau bagan pemikiran yang lebih ringkas.
7.      Metode pembelajaran ini dapat digunakan beberapa kali untuk merangkum bab-bab yang berbeda.
8.      Metode pembelajaran ini cocok untuk menggantikan ringkasan yang bersifat naratif atau tulisan naratif yang panjang.
9.      Metode pembelajaran ini dapat dimanfaatkan untuk menilai kecenderungan seseorang terhadap suatu informasi tertentu
10.  Metode pembelajaran ini memungkinkan siswa belajar lebih aktif, karena memberikan kesempatan mengembangkan diri, fokus pada handout dan materi ceramah serta diharapkan mampu memecahkan masalah sendiri dengan menemukan (discovery) dan bekerja sendiri.
c. Kelemahan Metode Pembelajaran Guided Note Taking
1.      Jika guided note taking digunakan sebagai metode pembelajaran pada setiap materi pelajaran, maka guru akan sulit mengontrol kegiatan dan keberhasilan siswa.
2.      Kadang-kadang dalam mengimplementasikannya, memerlukan waktu yang panjang sehingga guru sulit menyesuaikannya dengan waktu yang ditentukan.
3.      Kadang-kadang sulit dalam pelaksanaan karena guru harus mempersiapkan handout atau perencanaan terlebih dahulu, dengan memilah bagian atau materi mana yang harus dikosongkan dan pertimbangan kesesuaian materi dengan kesiapan siswa untuk belajar dengan metode pembelajaran tersebut.
4.      Guru-guru yang sudah terlanjur menggunakan metode pembelajaran lama sulit beradaptasi pada metode pembelajaran baru.
5.      Menuntut para guru untuk lebih menguasai materi lebih luas lagi dari standar yang telah ditetapkan.
6.      Biaya untuk penggandaan hand-out bagi sebagian guru masih dirasakan mahal dan kurang ekonomis.
Pembelajaran diawali dengan memberikan bahan ajar misalnya berupa handout dari  materi ajar yang  disampaikan dengan metode ceramah kepada peserta didik. Mengosongi  sebagian poin-poin yang penting sehingga terdapat bagian-bagian yang kosong dalam handout tersebut.   
Menjelaskan            kepada  peserta  didik  bahwa bagian yang  kosong dalam handout memang sengaja dibuat agar mereka tetap berkonsentrasi  mengikuti pembelajaran.   Selama  ceramah  berlangsung  peserta  didik  diminta  mengisi bagian-bagian  yang  kosong   tersebut.  Setelah  penyampaian  materi  dengan ceramah selesai, mintalah kepada  peserta didik membacakan handoutnya.
d. Langkah –langkah metode guide taking
1.      Memberikan  siswa panduan yang berisi ringkasan poin-poin utama dari materi  belajar yang akan disampaikan  dengan strategi ceramah
2.      Kosongkan sebagian dari poin-poin yang anda anggap penting sehingga akan terdapat ruang-ruang kosong dalam panduan tersebut
Beberapa cara yang dilakukan  adalah :
a.       Berikan suatu istilah dengan pengrtian; kosongkan istilah atau definisinya
b.      Kosongkan beberapa pernyataan jika poin-poin utamanya terdiri dari beberapa pernyataan;
c.       Menghilangkan beberapa kata kunci dari sebuah paragraph
d.      Bahan dibuat bahan ajar (handout) yang tercantum didalam sub-topik dari materi pelajaran.
3.      Kegiatan bahan ajar/handout yang anda buat kepada siswa
4.      Jelaskan bahwa anda sengaja menghilangkan beberapa point penting, dalam handout untuk tujuan agar siswa tetap berkonsentrasi mendengarkan pelajaran yang akan anda sampaikan.
Materi : kesebangunan
1.      Gambar berskala, foto dan model berskala
a.       Gambar skala adalah perbandingan jarak pada peta dengan jarak sesungguhnya.
Contoh :
Sebuah peta dibuat dengan skala 1 : 200.000, tentukan  Jarak pada peta, jika jarak sesungguhnya 90 km..?
Jawab :
Skala = 1 : 200.000 รจ p= 200.000

b.      Foto,dan model berskala
Pada foto dan model berskala, bagian yang bersesuaian dari foto dengan bangun asli memiliki perbandingan yang sama.
2.      Bangun-bangun yang sebangun

K
 
 





Dari dua gambar persegi panjang KLMN dan PQRS diatas didapat :
a.       K bersesuaian dengan P dan K = P
b.      L bersesuaian dengan Q dan L = Q
c.       M bersesuaian dengan R dan M = R
d.      N bersesuaian dengan S dan N =S
Jadi  sudut-sudut yang bersesuaian sama besar
e.       Sisi KL bersesuaian dengan PQ dan KL : PQ = 18 :12 = 3 : 2
f.       Sisi LM bersesuaian dengan QR dan LM : QR = 12 : 8 = 3 : 2
g.      Sisi NM bersesuaian dengan SR dan NM : SR = 3 : 2
h.      Sisi KN bersesuaian dengan PS dan KN : PS = 3 : 2
Dua gambar diatas merupakan sebangun.
Jadi dapat disimpulkan bahwa Dua bangun dikatakan sebangun apabila dipenuhi syarat-syarat sebagai berikut;
a.       Sudut-sudut yang bersesuaian sama besar
b.      Sisi-sisi yang bersesuaian mempunyai perbandingan yang sama
Lambang dari sebangun adalah “ ~ ”
3.      Segitiga-segitiga yang sebangun
a.       garis- garis sejajar dengan sisi segitiga
pada gambar disamping ABC dan DEC sebangun, karena sudut-sudut yang bersesuaian sama besar.
Jika panjang CD = a, AD = b, CA = a + b, BE = d, CB = c + d, AB = f, DE = e
Maka berlaku perbandingan-perbandingan berikut
1.     
2.     

b.      Rumus-rumus dalam segitiga siku-siku dengan garis tinggi ke sisi miring
gambar disamping  merupakan segitiga ABC siku-siku di A dan ADBC, AD merupakan garis tinggi pada sisi miring BC. Adapun rumus yang berlaku untuk gamabr disamping adalah :
1.     
2.     
3.     
Dari gambar tersebut kita bias menyimpulkan bahwa, dua buah segitiga dikatakan sebangun, jika
1.      Sudut-sudut yang bersesuaian sama besar
2.      Sisi yang bersesuaian mempunyai perbandingan yang sama atau sebanding.
Media pendukung
hanya handout saja,
Refrensi
Zaini, Hisyam. 2002. Strategi Pembelajaran aktif di Perguruan Tinggi. Yogyakarta : CTSD IAIN Sunan Ampel
Sarjono. 2002. Lembar Kerja Siswa WAJAR (Wajib Belajar). Jakarta: Graha Pustaka
Zainal Mutaqien. 2009. Kelebihan dan Kelemahan Guided Note Taking

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar